Air susu ibu atau lebih dikenal dengan sebutan ASI sangat
penting untuk perkembangan bayi, terutama untuk bayi yang baru lahir. ASI
sendiri memiliki banyak kandungan di dalamnya sehingga dapat membuat bayi
memperoleh banyak asupan yang sesuai jika dibandingkan dengan meminum susu
formula buatan pabrik-pabrik. Usia bayi yang baik untuk mendapatkan ASI adalah
saat mereka berusia 0-6 bulan. Pada usia-usia ini bayi sangat membutuhkan
asupan nutrisi yang banyak. Dan air susu yang memiliki banyak kandungan nutrisi
adalah ASI. Bagi para ibu sendiri memiliki ASI yang sehat, lancar dan eksklusif
pun menjadi impian mereka semua. Akan tetapi banyak dari mereka yang tidak
mendapatkan kelancaran saat menyusui bayi mereka.
Waduh air susu ibu (ASI) saya kok sedikit ya".
Keluhan itu sering kali dilontarkan ibu-ibu yang baru saja melahirkan. Nah,
bagaimana caranya agar produksi ASI lancar?
Dokter spesialis anak dari RS Pondok Indah Puri Indah, dr Jeanne-Roos Tikoalu,
Sp.A, IBCLC, menjelaskan keluarnya ASI dari payudara ibu dipengaruhi oleh
hormon oksitosin dan prolaktin dalam darah. Nah, hormon-hormon ini dapat
ditingkatkan dengan membuat sang ibu merasa nyaman dan bahagia. Prolaktin sendiri sangat berpengaruh terhadap produksi ASI. Sedangkan untuk
hormon oksitosin berpengaruh terhadap proses pengelauran ASI.Semakin banyak
nutrisi yang masuk ke sang Ibu maka semakin banyak hormon prolaktin, dan
semakin banyak pula produksi air susunya.
Oleh karena itu banyak yang
menghimbau terhadap ibu-ibu yang menyusui untuk selalu memperhatikan makanan
yang mereka makan agar makanan tersebut juga bisa mengahislkan nutrisi yang
bertujuan untuk memperlancar dalam memproduksi ASI. Untuk oksitosin sendiri
bekerjanya hormon ini tergantung akan sering atau tidak puting susunya dihisap
oleh bayi mereka. Semakin sering dihisap maka akan semakin banyak produksi
hormon oksitosin yang berdampak terhadap lancarnya ASI yang keluar. Hormon
oksitosin ini sering disebut juga dengan hormone kasih saying, karena
berhubungan dengan susasana hati dan perasaan seorang ibu pada saat mereka
meyususi bayinya. Akan tetapi jika kedua hormone ini tidak bekerja secara
lancar maka ada beberapa tips untuk membuat kedua hormone ini bekerja secara
optimal.
- Penuhi kebutuhan nutrisi, sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi secara seimbang dan baik. Hal ini bertujuan agar ASI yang keluar dapat lancar dan eksklusif. Konsumsi makanan bergizi seimbang agar Anda mampu memberikan gizi yang cukup kepada anak melalui ASI. Makanan yang mampu menjaga kualitas dan kuantitas produksi ASI adalah sayuran berwarna hijau, kacang-kacangan, dan cukup cairan.
- Meningkatkan frekuensi menyusui, memompa dan memeras ASI, hal ini bertujuan untuk menciptakan produksi ASI yang banyak. Dapat diketahui bahwa semakin jarang si bayi disusui oleh ibunya, maka semakin berkurang produksi ASI oleh sang ibu. Jika sang ibu pun sibuk bekerja, jarang bekerja dan takut akan berkurangnya produksi ASI, maka sang ibu tersebut dapat menggunakan alat khusus yang berfungsi untuk memompa payudara agar produksi ASI tetap banyak.
- Meminimalisir tingkat gangguan psikologis yang dialami, gangguan ini misalnya seperti stres, dll. Stres sendiri dapat mengakibatkna produksi ASI berkurang. Ini terjadi karena sang ibu tidak dalam keadaan rileks, tenang, dan senang. Faktor kejiwaan pun menjadi penyebab berkurangnya ASI dan berakibat buruk terhadap sang bayi karena jumlah ASI yang mereka hisap semakin sedikit
- Merawat payudara
- Pijat
payudara. Perawatan
payudara selama hamil berperan besar dalam mewujudkan tercapainya program ASI
eksklusif. Salah satu caranya dengan pijat payudara atau breast massage
yang berguna untuk relaksasi dan membantu refleks pengeluaran ASI. Pijat
payudara sebaiknya dilakukan sedini mungkin, yakni saat usia kehamilan
5 atau 6 bulan. Namun,
hentikan pijat setelah usia kehamilan Anda masuk trimester
ketiga, karena bisa menimbulkan kontraksi rahim. Pijat bisa Anda lakukan lagi
setelah si buah hati lahir, baik sebelum menyusui atau sebelum memerah maupun
saat saluran ASI tersumbat. Caranya:
- Bersihkan payudara dengan air hangat, lalu pijat dengan menggunakan minyak (virgin coconut oil-VCO atau baby oil).
- Pijat payudara selama beberapa menit dari arah pangkal (atas) payudara menuju puting (bawah) dengan gerakan memutar pada satu area payudara. Lakukan hal yang sama pada area payudara yang lain.
- Pijat bagian atas dan bawah payudara dari arah pangkal ke arah puting. Kemudian, lanjutkan gerakan yang sama pada bagian samping payudara dari dada ke arah puting
- Merawat puting. Puting payudara Anda kering atau pecah-pecah?
Tenang, masalah ini sering dialami beberapa ibu, baik saat hamil maupun ketika
proses menyusui. Jangan buru-buru menyerah menyususi eksklusif karena
ketidaknyamanan yang muncul, bahkan sakit atau perih saat menyusui bayi. Cegah
puting pecah dengan membuatnya lentur dan kuat serta bebas sumbatan,
sehingga bayi nantinya tidak kesulitan menyusu. Lakukan
hal-hal berikut dua kali dalam sehari.
- Kompres puting susu dengan air hangat selama kurang lebih 2–3 menit.
- Olesi puting dengan balsam khusus puting, dengan VCO atau baby oil.
- Jangan membersihkan puting dengan sabun karena menyebabkan puting kering. Gunakan saja air dan handuk.
- Persiapan puting susu untuk menyusui bayi dapat dilakukan bersamaan dengan pijat payudara. Caranya, tarik dan putar lembut puting dengan telunjuk dan ibu jari, ke arah dalam dan luar.
- Ubah mindset. Ubah mindset atau pola berpikir Anda sejak hari ini! Tepis jauh-jauh pemikiran, “Saya sepertinya tidak mampu memberikan ASI eksklusif untuk bayi nanti kelak.” Mengapa? Tahukah Anda bahwa apa yang Anda pikirkanlah yang menyebabkan ASI keluar, begitu juga dengan kelancaran dan kesuksesan proses ASI eksklusif. Dengan kata lain, kunci sukses menyusui hanyalah dari ibu dan milik ibu.
Sumber : AyahBunda.co.id ; Detik.com ; bidanku.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar