Tidak ada yang dapat mencegah bayi
menangis. Inilah cara mereka mengomunikasikan kebutuhan mereka kepada Ibu. Ayo
Bu, kenali apa yang dibutuhkan oleh bayi dan segera menenangkan bayi dari
tangisnya. Hal ini akan membuat ia tumbuh besar tanpa sering menangis ketika ia
hendak menyampaikan sesuatu kepada Ibu.
- Rasa Lapar - Inilah yang pertama kali terbesit dalam pikiran setiap Ibu. Mengetahui cara bayi yang “protes” karena lapar, akan membantu Ibu untuk segera menyusuinya. Beberapa tanda seperti menghisap jari dan bayi menjadi rewel biasanya terjadi ketika bayi dalam keadaan lapar.
- Popok Yang Basah - Beberapa bayi akan langsung bereaksi dengan menjadi amat rewel atau menangis ketika ia merasa tidak nyaman karena basah. Ada juga bayi yang dapat menahan rasa tidak nyaman ketika popoknya basah. Selalu amati kebersihan bayi Ibu ya.
- Butuh Tidur - “Bukankah bayi mudah tertidur? Saat bayi lelah bukankah mereka dapat segera tertidur, kapanpun dan dimanapun?” Ternyata, tidak yang seperti diduga oleh kebanyakan orang, sangat tidak mudah bagi bayi untuk menemukan kenyamanan agar dapat tidur, bahkan jika bayi terlalu lelah ia akan sangat rewel dan menangis.
- Ingin Merasa Diperhatikan - Bayi sangat memerlukan dekapan hangat Ibu atau ayahnya. Sering kali saat bayi melihat wajah orangtuanya, mendengar suara Ibu atau suami, bahkan mengendus aroma khas orangtuanya, bayi mungkin menangis. Tangisan ini sebenarnya cara bayi meminta perhatian dari orang yang mencintainya. Terkadang mungkin Ibu berpikir bahwa ia akan tumbuh menjadi anak yang manja, namun pada awal perkembangan usia bayi, hidupnya sangat rentan, ia perlu rasa aman yang membuatnya bahagia. Beberapa cara seperti memeluk, menyelimutinya dengan selimut hangat, bahkan memijat lembut tubuhnya dapat menjadi cara untuk menenangkannya.
- Masalah Pada Perutnya - Masalah pada perut bayi bisa disebabkan oleh banyaknya gas dalam pencernaannya. Alergi susu, konstipasi, diare, dan intoleransi makanan bisa menyebabkan gangguan pencernaan yang mengakibatkan perut bayi menjadi tidak nyaman. Temukan penyebabnya dengan segera, agar bayi merasa nyaman. Jika Ibu mengalami kesulitan, konsultasikan masalah ini dengan DSA (Dokter Spesialis Anak) yang terpercaya.
- Ingin Bersendawa - Sendawa bukanlah sesuatu yang wajib terjadi pada bayi Ibu. Namun jika si Kecil menangis setelah menyusui, ia sangat butuh bersendawa. Angin dan susu masuk bersamaan ketika bayi menyusui, terlebih jika bayi tidak minum ASI langsung dari Ibu.
- Kepanasan atau Kedinginan - Temperatur ruangan tempat bayi beristirahat bisa jadi telalu dingin atau terlalu panas untuknya. Biasanya bayi memerlukan rasa hangat ketika tidur, namun tidak perlu berlebihan, misalnya mengganti pakaiannya dengan bahan katun yang tipis dan lembut sebelum ia tidur.
- Tumbuh Gigi - Dalam perkembangannya di usia 4 – 7 bulan, gigi bayi yang sedang tumbuh mencuat keluar menembus gusinya yang masih sangat lembut. Ia akan merasa sangat gatal, atau malah kesakitan. Akibatnya bayi akan menangis karena tidak dapat menahan rasa gatal dan sakit yang dideritanya. Konsultasikan dengan DSA, agar Ibu mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mengurangi rasa sakit dan gatal di dalam mulutnya
- Merasa Kesakitan - Rasa sakit akibat digigit serangga seperti nyamuk, semut, dan kutu kasur bisa membuat bayi tidak nyaman. Lindungi bayi Ibu dari gigitan nyamuk dengan cara tradisional yaitu melingkari ruangan tidurnya dengan kelambu. Penggunaan semprotan pembunuh serangga dapat membahayakan kesehatannya, begitu pula dengan lotion anti nyamuk. Perhatikan hal-hal kecil yang mungkin luput dari perhatian Ibu.
- Sakit - Tubuh bayi Ibu sangat rentan dengan lingkungan sekitarnya. Ia bisa saja terserang demam, flu, maupun infeksi dari virus yang beterbangan di udara. Periksa suhu tubuhnya, dan pastikan masih tergolong normal. Jika Ibu merasa gangguan kesehatan bayi sudah tak dapat lagi ditangani, segera bawa ke dokter ya. Beberapa demam menandakan bahwa ada gangguan di dalam tubuhnya yang menyebabkan ia menangis. Percayai insting Ibu, jika suara tangisan bayi terdengar berbeda yang mungkin menandakan ada masalah dalam tubuhnya dan perlu diperiksa dokter.
- Rasa Bosan - Digendong, diajak bermain, musik, belaian, cahaya yang terlalu terang, ingin tertawa, dan berbagai keinginan fisik maupun mental yang diperlukan bayi, namun kurang diberikan oleh Ibu akan membuatnya menangis. Kenali penyebab rasa bosan pada bayi Ibu dan sebisa mungkin luangkan waktu untuk beraktivitas bersama si Kecil.
- Kolik - Kolik adalah istilah yang digunakan pada kondisi bayi yang menangis terus menerus, dan tidak dapat dikendalikan oleh siapapun termasuk Ibu sendiri. Jika bayi Ibu berusia kurang dari 5 bulan dan menangis selama lebih dari tiga jam dalam sehari secara terus-menerus, hingga satu sampai tiga minggu dan berkelanjutan, maka dapat dipastikan bahwa ia menderita kolik.
- Terlalu banyak stimulasi, Bayi belajar dari stimulasi dunia di sekitarnya, tetapi kadang mereka butuh waktu untuk memproses hal-hal tersebut, seperti cahaya, suara, ganti-ganti gendongan, dan lainnya. Tangisan bisa jadi caranya untuk minta dihentikan stumulasi itu.
- Kurang stimulasi, Anak yang butuh perhatian mungkin akan memiliki sikap yang ceria dan bersemangat untuk mengenal dunia, dan satu-satunya cara mengehentikan tangisnya adalah terus beraktivitas. Hal ini bisa jadi hal yang melelahkan untuk Bunda.
ARTI
TANGISAN BAYI 0-3 BULAN
Pada
umumnya, para ibu mengartikan tangis bayi sebagai tanda lapar. Ingatlah,
menangis tak selalu berarti lapar. Arti tangisan berbeda-beda, masing-masing
merupakan tanda komunikasi yang jelas sebagai ungkapan pesan kepada Bunda
tentang apa yang ia butuhkan. Gerakan tubuh yang menyertai tangis dapat
membantu Bunda lebih memahaminya. Makin keras dan makin lama tangis, maka makin
kuat kebutuhannya.
- “Saya lapar. Tangis lapar biasanya berpola. Ia menangis, lalu stop untuk bernapas, menangis lagi, lalu stop untuk bernapas. Biasanya diselingi gerakan mengisap. Jika sangat lapar, tangisnya lebih keras dan terus-menerus. Jika ia masih menangis saat disusui, coba lihat hidungnya. Ada kemungkinan bibir atasnya menutupi hidung dan ia sulit bernapas sehingga menangis.
- “Saya bosan”. Tangis bosan biasanya pendek, diikuti keheningan, lalu tangis pendek lagi. Tangisnya akan berlanjut jika Bunda tak segera mendekatinya dan mengajaknya bermain.
- “Saya lelah”. Tangis lelah berupa rengekan. Ia mungkin akan menggosok-gosok wajahnya dan memutar kepalanya dari satu sisi ke sisi lain. Sebuah usapan atau gerakan berirama cukup menenangkan ia dan bisa membuatnya tidur.
- “Saya kesepian”. Beberapa bayi butuh perhatian lebih dibanding bayi lainnya dan mulai merasa kesepian ketika ia ditinggalkan sendiri untuk waktu lama. Tangis kesepian berupa rengekan setiap menit dan kadang diikuti air mata. Emongan yang lama membuatnya senang.
- “Saya tak nyaman.” Biasanya suara tangis melengking dan jelas, napas agak tersendat, lalu napasnya menjadi cepat diikuti tangis lain. Mungkin lengannya terjepit, pantatnya kotor, tertusuk peniti, atau mungkin ia kedinginan/kepanasan.
- “Saya kolik”. Bayi sering menangis karena kolik atau kejang/kram usus. Hingga kini belum diketahui penyebab kolik. Ada dugaan, sistem pencernaan bayi belum sempurna sehingga timbul gangguan pencernaan. Kolik dialami pada 3 bulan pertama kehidupan dan biasanya terjadi sore hari menjelang malam. Tangis kolik sangat keras disertai jeritan dan episodik: suatu saat timbul, suatu saat hilang, tapi hanya satu atau dua menit, lalu menangis lagi. Biasanya diikuti gerakan tangan ke arah perut, badan mengencang, dan kadang disertai buang angin. Menggosok perutnya dengan minyak telon dapat membantu menenangkannya.
- “Saya sakit”. Rasa sakit diungkapkan dengan tangis melengking, keras, diselingi rintihan serta rengekan. Tangis bayi yang perutnya mulas lebih melengking dan lebih ribut. Hubungi dokter anak Bunda jika ia menunjukkan gejala-gejala sakit tertentu.
ARTI TANGISAN BAYI 4-12 BULAN
Mulai usia 3-4 bulan Bunda akan melihat perubahan nyata pada
si kecil. Tangisnya mulai berkurang karena ia sekarang mulai tahu apa yang ada
di sekelilingnya. Ia mau mendengarkan dan tertarik terhadap segala sesuatu di
sekelilingnya.
- ”Saya lapar”. Rasa lapar masih nyata menyebabkan ia menangis. Ia mulai mengonsumsi makanan padat. Ia pun lebih aktif dibanding sebelumnya dan karenanya cepat lelah. Bayi yang aktif kebutuhan makannya lebih banyak. Makanan kecil dan minuman dapat memulihkan energinya.
- “Saya cemas”. Mulai usia 7 atau 8 bulan kebanyakan bayi menangis karena cemas, terutama saat ia “kehilangan” Bunda. Baginya, Bunda adalah dasar dari rasa amannya. Ia akan tenang “menjelajahi dunia” selama Bunda berada dalam pandangannya. Jika Bunda meninggalkannya atau ia tak melihat Bunda, meski Bunda ada di dekatnya, ia akan menangis. (Wah… Shofiya bangets niy…)
- “Saya ingin diperhatikan”. Lewat usia 6 bulan, ia mulai mempelajari, menangis ialah suatu alat untuk memperoleh perhatian. Bayi usia 7 atau 8 bulan cukup menyadari, dengan menangis Bunda akan segera berlari mendekatinya. Lebih baik Bunda tak buru-buru menggendongnya, tapi hiburlah atau ajak main.
- “Saya sakit”. Rasa sakit yang ia alami lebih karena benturan-benturan pada fisiknya saat ia bergerak aktif. Meski tidak luka, tetap memungkinkan ia menangis. Mungkin lebih karena rasa kaget. Mengalihkan perhatiannya dapat menolong ia melupakan sakitnya dengan cepat.
- “Saya sangat lelah”. Lelah berlebihan ditunjukkan oleh rengekan, lekas marah, dan akhirnya menangis. Menjelang akhir tahun pertamanya, ia mempunyai kehidupan yang penuh dengan pengalaman baru, yang membuatnya kehabisan energi sebelum ia kehilangan semangat. Ia butuh pertolongan Bunda untuk membuatnya cukup rileks seperti tidur.
- “Saya marah”. Mulai usia 9 bulan, dalam dirinya mulai berkembang konsep, “Saya ingin”, dan kemarahan merupakan caranya untuk menunjukkan rasa frustrasinya ketika sesuatu tak diperoleh sesuai keinginannya. Seolah ia dibuat jengkel oleh batasan-batasan, beberapa di antaranya merupakan rintangan fisik seperti kursi tinggi dan kursi dorong, yang terasa menghalanginya saat ia ingin berkembang lebih leluasa.
Berikut mengenai hasil tangisan si anak:
- Neh; ada suara “nnn” di depan tangisan si bayi. Ini artinya si bayi lapar dan ingin minum susu.
- Heh; ada suara “hhh” di depan tangisannya, yang berarti ada rasa tidak nyaman di tubuhnya. Entah itu karena popoknya basah, tubuhnya merasa kepanasan, atau merasa kedinginan.
- Eh; tak ada “N” atau “H” di depannya, artinya lambungnya sakit/sesak, minta badannya ditegakkan agar bisa bersendawa dan mengeluarkan gas dari lambungnya.
- Eairh; ada huruf “R” di tengahnya, artinya di bagian perutnya ada rasa tidak nyaman. Ia sedang mengejan, karena mau buang air besar, atau ingin mengeluarkan angin dari perutnya.Aaw/owh; ada bentuk membulat di mulutnya dan cenderung membuka mulut. Artinya, ia mengantuk dan ingin dibuat nyaman seperti saat ia akan dibawa tidur.
Bahasa ini merupakan bahasa universal, untuk seluruh bayi di
dunia. Karena bahasa ini terucap berdasarkan refleks bayi akan kebutuhan
tubuhnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar