Seorang bayi rata-rata memiliki kesempatan sebanyak 8 kali mengalami
pilek setiap tahunnya. Ditambah lagi, mengalami masalah perut, infeksi
telinga, dan gangguan lainnya sebelum ia menginjak usia sekolah.
Sebenarnya, bayi Anda punya cara untuk meningkatkan sistem kekebalan
tubuhnya. Berikut langkah sederhana dilansir dari M&B UK untuk
meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi Anda.
1. Menyusui
Adalah proses alamiah untuk menyusui si kecil sejak ia dilahirkan. Terutama jika Bunda melakukan inisiasi menyusui dini (IMD).
Tapi tahukah Anda kalau air susu ibu (ASI) memiliki antibodi untuk
meningkatkan kekebalan tubuh si kecil sekaligus sel darah putih. ASI
akan membantu meningkatkan sistem imun bayi. Sehingga ASI ekslusif amat
penting untuk mengembangkan sekaligus memperkuat sistem imun si kecil
sejak ia berusia dini.
2. Konsumsi buah dan sayur segar
Anak-anak amat
membutuhkan buah dan sayur segar untuk meningkatkan sistem imun mereka.
Kandungan antioksidan serta aneka vitamin dalam buah amat baik bagi
sistem imun anak. Berikan buah serta sayur setiap hari sebagai camilan
ketimbang biskuit atau makanan kecil instan.
3. Hindari makanan siap saji
Memang
anak-anak menyukai makanan siap saji, tapi itu bukan
berarti keduanya baik bagi mereka. Sebaliknya kandungan kimia dan
penambah rasa yang terdapat dalam makanan olahan justru dapat menganggu
sistem imun anak.
Untuk mengantisipasinya, biasakan anak-anak mengonsumsi makanan
buatan rumah. Selain itu sebagai orangtua, kita juga harus mencontohkan
kebiasaan yang baik dengan menghindari mengonsumsi junk food, karena
anak-anak akan mengikuti perilaku kedua orangtuanya sebagai panutan
mereka.
4. Olahraga
Aktivitas ini bisa meningkatkan
kekebalan tubuh pada anak. Usahakan agar anak tak selalu duduk di depan
televisi atau asyik bermain game konsol atau menghadapi layar komputer.
Biarkanlah mereka bermain melakukan aktivitas dengan teman-teman
sebayanya di luar. Bunda juga bisa menjadwalkan waktu berolahraga
bersama keluarga seperti berenang di akhir pekan atau aneka kegiatan
sejenis.
5. Menjaga kebersihan
Meningkatkan sistem imun
tubuh juga tak lepas dari menjaga higienitas serta kebersihan setiap
anggota keluarga di rumah. Ajarkan cara mencuci tangan yang benar dan
baik, membiasakan diri untuk mencuci tangan setelah buang air, atau saat
akan makan harus diterapkan kepada seluruh anggota keluarga.
Selain itu biasakan mengganti sikat gigi si kecil lebih sering.
Karena sikat gigi dapat membawa kuman dan membutuhkan penanganan yang
higienis. Ajarkan agar anak tak menukar-pakai sikat gigi mereka.
6. Hindari antibiotika
Penggunaan antibiotika
yang sering justru akan melemahkan sistem imun anak. Apabila mereka
terserang flu, itu terjadi karena virus, bukan bakteri sehingga tak
diperlukan antibiotika, yang justru bisa berakibat buruk bagi si kecil.
7. Cukup tidur
Anak-anak membutuhkan lebih banyak
waktu beristirahat dibanding orang dewasa agar tetap sehat. Jika si
kecil kurang tidur, maka itu akan berpengaruh pada sistem imun mereka.
Anak usia pra-sekolah membutuhkan waktu tidur selama 10 jam, balita
selama 12-13 jam sementara bayi yang baru dilahirkan butuh waktu
istirahat 18 jam. Pastikan anak-anak beristirahat secara cukup setiap
hari.
sumber : Mother dan Baby, Beritasatu.com
Selasa, 26 November 2013
Senin, 25 November 2013
Kenali Tangis Bayi Anda
Tidak ada yang dapat mencegah bayi
menangis. Inilah cara mereka mengomunikasikan kebutuhan mereka kepada Ibu. Ayo
Bu, kenali apa yang dibutuhkan oleh bayi dan segera menenangkan bayi dari
tangisnya. Hal ini akan membuat ia tumbuh besar tanpa sering menangis ketika ia
hendak menyampaikan sesuatu kepada Ibu.
- Rasa Lapar - Inilah yang pertama kali terbesit dalam pikiran setiap Ibu. Mengetahui cara bayi yang “protes” karena lapar, akan membantu Ibu untuk segera menyusuinya. Beberapa tanda seperti menghisap jari dan bayi menjadi rewel biasanya terjadi ketika bayi dalam keadaan lapar.
- Popok Yang Basah - Beberapa bayi akan langsung bereaksi dengan menjadi amat rewel atau menangis ketika ia merasa tidak nyaman karena basah. Ada juga bayi yang dapat menahan rasa tidak nyaman ketika popoknya basah. Selalu amati kebersihan bayi Ibu ya.
- Butuh Tidur - “Bukankah bayi mudah tertidur? Saat bayi lelah bukankah mereka dapat segera tertidur, kapanpun dan dimanapun?” Ternyata, tidak yang seperti diduga oleh kebanyakan orang, sangat tidak mudah bagi bayi untuk menemukan kenyamanan agar dapat tidur, bahkan jika bayi terlalu lelah ia akan sangat rewel dan menangis.
- Ingin Merasa Diperhatikan - Bayi sangat memerlukan dekapan hangat Ibu atau ayahnya. Sering kali saat bayi melihat wajah orangtuanya, mendengar suara Ibu atau suami, bahkan mengendus aroma khas orangtuanya, bayi mungkin menangis. Tangisan ini sebenarnya cara bayi meminta perhatian dari orang yang mencintainya. Terkadang mungkin Ibu berpikir bahwa ia akan tumbuh menjadi anak yang manja, namun pada awal perkembangan usia bayi, hidupnya sangat rentan, ia perlu rasa aman yang membuatnya bahagia. Beberapa cara seperti memeluk, menyelimutinya dengan selimut hangat, bahkan memijat lembut tubuhnya dapat menjadi cara untuk menenangkannya.
- Masalah Pada Perutnya - Masalah pada perut bayi bisa disebabkan oleh banyaknya gas dalam pencernaannya. Alergi susu, konstipasi, diare, dan intoleransi makanan bisa menyebabkan gangguan pencernaan yang mengakibatkan perut bayi menjadi tidak nyaman. Temukan penyebabnya dengan segera, agar bayi merasa nyaman. Jika Ibu mengalami kesulitan, konsultasikan masalah ini dengan DSA (Dokter Spesialis Anak) yang terpercaya.
- Ingin Bersendawa - Sendawa bukanlah sesuatu yang wajib terjadi pada bayi Ibu. Namun jika si Kecil menangis setelah menyusui, ia sangat butuh bersendawa. Angin dan susu masuk bersamaan ketika bayi menyusui, terlebih jika bayi tidak minum ASI langsung dari Ibu.
- Kepanasan atau Kedinginan - Temperatur ruangan tempat bayi beristirahat bisa jadi telalu dingin atau terlalu panas untuknya. Biasanya bayi memerlukan rasa hangat ketika tidur, namun tidak perlu berlebihan, misalnya mengganti pakaiannya dengan bahan katun yang tipis dan lembut sebelum ia tidur.
- Tumbuh Gigi - Dalam perkembangannya di usia 4 – 7 bulan, gigi bayi yang sedang tumbuh mencuat keluar menembus gusinya yang masih sangat lembut. Ia akan merasa sangat gatal, atau malah kesakitan. Akibatnya bayi akan menangis karena tidak dapat menahan rasa gatal dan sakit yang dideritanya. Konsultasikan dengan DSA, agar Ibu mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mengurangi rasa sakit dan gatal di dalam mulutnya
- Merasa Kesakitan - Rasa sakit akibat digigit serangga seperti nyamuk, semut, dan kutu kasur bisa membuat bayi tidak nyaman. Lindungi bayi Ibu dari gigitan nyamuk dengan cara tradisional yaitu melingkari ruangan tidurnya dengan kelambu. Penggunaan semprotan pembunuh serangga dapat membahayakan kesehatannya, begitu pula dengan lotion anti nyamuk. Perhatikan hal-hal kecil yang mungkin luput dari perhatian Ibu.
- Sakit - Tubuh bayi Ibu sangat rentan dengan lingkungan sekitarnya. Ia bisa saja terserang demam, flu, maupun infeksi dari virus yang beterbangan di udara. Periksa suhu tubuhnya, dan pastikan masih tergolong normal. Jika Ibu merasa gangguan kesehatan bayi sudah tak dapat lagi ditangani, segera bawa ke dokter ya. Beberapa demam menandakan bahwa ada gangguan di dalam tubuhnya yang menyebabkan ia menangis. Percayai insting Ibu, jika suara tangisan bayi terdengar berbeda yang mungkin menandakan ada masalah dalam tubuhnya dan perlu diperiksa dokter.
- Rasa Bosan - Digendong, diajak bermain, musik, belaian, cahaya yang terlalu terang, ingin tertawa, dan berbagai keinginan fisik maupun mental yang diperlukan bayi, namun kurang diberikan oleh Ibu akan membuatnya menangis. Kenali penyebab rasa bosan pada bayi Ibu dan sebisa mungkin luangkan waktu untuk beraktivitas bersama si Kecil.
- Kolik - Kolik adalah istilah yang digunakan pada kondisi bayi yang menangis terus menerus, dan tidak dapat dikendalikan oleh siapapun termasuk Ibu sendiri. Jika bayi Ibu berusia kurang dari 5 bulan dan menangis selama lebih dari tiga jam dalam sehari secara terus-menerus, hingga satu sampai tiga minggu dan berkelanjutan, maka dapat dipastikan bahwa ia menderita kolik.
- Terlalu banyak stimulasi, Bayi belajar dari stimulasi dunia di sekitarnya, tetapi kadang mereka butuh waktu untuk memproses hal-hal tersebut, seperti cahaya, suara, ganti-ganti gendongan, dan lainnya. Tangisan bisa jadi caranya untuk minta dihentikan stumulasi itu.
- Kurang stimulasi, Anak yang butuh perhatian mungkin akan memiliki sikap yang ceria dan bersemangat untuk mengenal dunia, dan satu-satunya cara mengehentikan tangisnya adalah terus beraktivitas. Hal ini bisa jadi hal yang melelahkan untuk Bunda.
ARTI
TANGISAN BAYI 0-3 BULAN
Pada
umumnya, para ibu mengartikan tangis bayi sebagai tanda lapar. Ingatlah,
menangis tak selalu berarti lapar. Arti tangisan berbeda-beda, masing-masing
merupakan tanda komunikasi yang jelas sebagai ungkapan pesan kepada Bunda
tentang apa yang ia butuhkan. Gerakan tubuh yang menyertai tangis dapat
membantu Bunda lebih memahaminya. Makin keras dan makin lama tangis, maka makin
kuat kebutuhannya.
- “Saya lapar. Tangis lapar biasanya berpola. Ia menangis, lalu stop untuk bernapas, menangis lagi, lalu stop untuk bernapas. Biasanya diselingi gerakan mengisap. Jika sangat lapar, tangisnya lebih keras dan terus-menerus. Jika ia masih menangis saat disusui, coba lihat hidungnya. Ada kemungkinan bibir atasnya menutupi hidung dan ia sulit bernapas sehingga menangis.
- “Saya bosan”. Tangis bosan biasanya pendek, diikuti keheningan, lalu tangis pendek lagi. Tangisnya akan berlanjut jika Bunda tak segera mendekatinya dan mengajaknya bermain.
- “Saya lelah”. Tangis lelah berupa rengekan. Ia mungkin akan menggosok-gosok wajahnya dan memutar kepalanya dari satu sisi ke sisi lain. Sebuah usapan atau gerakan berirama cukup menenangkan ia dan bisa membuatnya tidur.
- “Saya kesepian”. Beberapa bayi butuh perhatian lebih dibanding bayi lainnya dan mulai merasa kesepian ketika ia ditinggalkan sendiri untuk waktu lama. Tangis kesepian berupa rengekan setiap menit dan kadang diikuti air mata. Emongan yang lama membuatnya senang.
- “Saya tak nyaman.” Biasanya suara tangis melengking dan jelas, napas agak tersendat, lalu napasnya menjadi cepat diikuti tangis lain. Mungkin lengannya terjepit, pantatnya kotor, tertusuk peniti, atau mungkin ia kedinginan/kepanasan.
- “Saya kolik”. Bayi sering menangis karena kolik atau kejang/kram usus. Hingga kini belum diketahui penyebab kolik. Ada dugaan, sistem pencernaan bayi belum sempurna sehingga timbul gangguan pencernaan. Kolik dialami pada 3 bulan pertama kehidupan dan biasanya terjadi sore hari menjelang malam. Tangis kolik sangat keras disertai jeritan dan episodik: suatu saat timbul, suatu saat hilang, tapi hanya satu atau dua menit, lalu menangis lagi. Biasanya diikuti gerakan tangan ke arah perut, badan mengencang, dan kadang disertai buang angin. Menggosok perutnya dengan minyak telon dapat membantu menenangkannya.
- “Saya sakit”. Rasa sakit diungkapkan dengan tangis melengking, keras, diselingi rintihan serta rengekan. Tangis bayi yang perutnya mulas lebih melengking dan lebih ribut. Hubungi dokter anak Bunda jika ia menunjukkan gejala-gejala sakit tertentu.
ARTI TANGISAN BAYI 4-12 BULAN
Mulai usia 3-4 bulan Bunda akan melihat perubahan nyata pada
si kecil. Tangisnya mulai berkurang karena ia sekarang mulai tahu apa yang ada
di sekelilingnya. Ia mau mendengarkan dan tertarik terhadap segala sesuatu di
sekelilingnya.
- ”Saya lapar”. Rasa lapar masih nyata menyebabkan ia menangis. Ia mulai mengonsumsi makanan padat. Ia pun lebih aktif dibanding sebelumnya dan karenanya cepat lelah. Bayi yang aktif kebutuhan makannya lebih banyak. Makanan kecil dan minuman dapat memulihkan energinya.
- “Saya cemas”. Mulai usia 7 atau 8 bulan kebanyakan bayi menangis karena cemas, terutama saat ia “kehilangan” Bunda. Baginya, Bunda adalah dasar dari rasa amannya. Ia akan tenang “menjelajahi dunia” selama Bunda berada dalam pandangannya. Jika Bunda meninggalkannya atau ia tak melihat Bunda, meski Bunda ada di dekatnya, ia akan menangis. (Wah… Shofiya bangets niy…)
- “Saya ingin diperhatikan”. Lewat usia 6 bulan, ia mulai mempelajari, menangis ialah suatu alat untuk memperoleh perhatian. Bayi usia 7 atau 8 bulan cukup menyadari, dengan menangis Bunda akan segera berlari mendekatinya. Lebih baik Bunda tak buru-buru menggendongnya, tapi hiburlah atau ajak main.
- “Saya sakit”. Rasa sakit yang ia alami lebih karena benturan-benturan pada fisiknya saat ia bergerak aktif. Meski tidak luka, tetap memungkinkan ia menangis. Mungkin lebih karena rasa kaget. Mengalihkan perhatiannya dapat menolong ia melupakan sakitnya dengan cepat.
- “Saya sangat lelah”. Lelah berlebihan ditunjukkan oleh rengekan, lekas marah, dan akhirnya menangis. Menjelang akhir tahun pertamanya, ia mempunyai kehidupan yang penuh dengan pengalaman baru, yang membuatnya kehabisan energi sebelum ia kehilangan semangat. Ia butuh pertolongan Bunda untuk membuatnya cukup rileks seperti tidur.
- “Saya marah”. Mulai usia 9 bulan, dalam dirinya mulai berkembang konsep, “Saya ingin”, dan kemarahan merupakan caranya untuk menunjukkan rasa frustrasinya ketika sesuatu tak diperoleh sesuai keinginannya. Seolah ia dibuat jengkel oleh batasan-batasan, beberapa di antaranya merupakan rintangan fisik seperti kursi tinggi dan kursi dorong, yang terasa menghalanginya saat ia ingin berkembang lebih leluasa.
Berikut mengenai hasil tangisan si anak:
- Neh; ada suara “nnn” di depan tangisan si bayi. Ini artinya si bayi lapar dan ingin minum susu.
- Heh; ada suara “hhh” di depan tangisannya, yang berarti ada rasa tidak nyaman di tubuhnya. Entah itu karena popoknya basah, tubuhnya merasa kepanasan, atau merasa kedinginan.
- Eh; tak ada “N” atau “H” di depannya, artinya lambungnya sakit/sesak, minta badannya ditegakkan agar bisa bersendawa dan mengeluarkan gas dari lambungnya.
- Eairh; ada huruf “R” di tengahnya, artinya di bagian perutnya ada rasa tidak nyaman. Ia sedang mengejan, karena mau buang air besar, atau ingin mengeluarkan angin dari perutnya.Aaw/owh; ada bentuk membulat di mulutnya dan cenderung membuka mulut. Artinya, ia mengantuk dan ingin dibuat nyaman seperti saat ia akan dibawa tidur.
Bahasa ini merupakan bahasa universal, untuk seluruh bayi di
dunia. Karena bahasa ini terucap berdasarkan refleks bayi akan kebutuhan
tubuhnya.
Minggu, 24 November 2013
ASI EKSKLUSIF
ASI
eksklusif adalah pemberian ASI (air susu ibu) sedini mungkin setelah
persalinan, diberikan tanpa jadwal dan tidak diberi makanan lain, walaupun hanya
air putih,sampai bayi berumur 6 bulan. Setelah 6 bulan, bayi mulai dikenalkan
dengan makanan lain dan tetap diberi ASI sampai bayi berumur dua tahun.
Pemberikan
ASI eksklusif merupakan faktor penunjang
kecerdasan si bayi, memang tidak mudah karena sang ibu harus memberikannya
selama 6 bulan, masa 6 bulan inilah yang di sebut ASI eksklusif. Pada
masa 6 bulan bayi memang belum di beri makanan selain susu untuk itu ibu harus
memberikan perhatian yang ekstra pada bayi.
Namun,
seringkali kesalahan yang terjadi adalah setelah masa ASI eksklusif ini
atau si bayi sudah bisa mengkonsumsi makanan lain selain ASI si ibu tidak
memberikan ASI lagi. Padahal menurut standar kesehatan dunia WHO, bayi
sebaiknya di sapih setelah 2 tahun usianya. Permasalah ASI eksklusi juga
terjadi pada ibu yang bekerja di kantoran, untuk itu pemerintah mencoba
memberikan keleluasaan pada ibu yang pada masa pemberian ASI eksklusif boleh
membawa anak ikut serta bekerja atau mengijinkannya memberi jam khusus untuk
menyusui bayinya.
Seberapa Penting Pemberian ASI
Eksklusif
Pentingnya
ASI eksklusif memang harus menjadi perhatian, dan tanggung jawab sebagai orang
tua juga harus mulai menyadari akan dampak pada si bayi jika ASI eksklusif ini
tidak di berikan pada bayi dengan maksimal. Pertumbuhan bayi pada usia 0-6
bulan bisa sangat terhambat dan kemungkinan besar juga bayi anda tidak sehat
Manfaat ASI antara lain :
- Mudah dicerna
- ASI mengandung zat – zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.
- Protein ASI lebih mudah diserap dibanding pada susu sapi.
- Bermanfaat untuk kecerdasan, karena mengandung asam lemak dan asam amino yang penting untuk perkembangan otak.
- Meningkatkan kekebalan, sehingga bayi tidak mudah sakit.
- Bersih dan bebas pencemaran.
- Kontak langsung antara ibu dengan bayi akan membentuk ikatan kasih sayang yang bisa membantu pertumbuhan dan perkembangan psikologis bayi.
- Bersih dan murah, sehingga aman untuk bayi dan hemat.
Adapun
bagi ibu menyusui dapat menunda haid dan kehamilan ( berfungsi sebagai
kontrasepsi ) serta mengurangi resiko kanker payudara. Bayi yang tidak
mendapatkan ASI memiliki risiko tumbuh kembang yang tidak optimal diakibatkan
asupan nutrisi yang kurang serta lebih mudah terkena penyakit infeksi.
Disamping itu pemberian susu formula secara dini akan menyebabkan kerugian
secara materi.
Dari hal itu keuntungan menyusui bagi bayi diantaranya yaitu
:
- Sebagai sumber gizi yang lengkap.
- Imunisasi awal yang berguna meningkatkan daya tahan tubuh bayi.
- Meningkatkan kecerdasan otak serta emosional dan spiritual bayi.
- Menyusui merupakan hak bayi.
Adapun keuntungan menyusui bagi ibu dan keluarga diantaranya
yaitu :
- Mencegah perdarahan.
- Mempercepat pengecilan rahim setelah melahirkan.
- Mengurangi pengeroposan tulang.
- Mengurangi resiko kanker payudara.
- Mudah dan praktis serta hemat.
- Bagi ibu bekerja akan jarang bolos karena bayi sakit.
Dengan memberikan ASI pada bayi juga berarti memenuhi 10
hak-hak anak antara lain :
- Hak untuk hidup dan mendapat makanan.
- Hak untuk kesehatan.
- Hak untuk tumbuh kembang.
- Hak untuk perlindungan.
- Hak untuk pendidikan.
- Hak untuk berpartisipasi.
- Hak untuk bermain.
- Hak persamaan.
- Hak untuk mendapat nama dan kebangsaan.
- Hak untuk rekreasi.
Tetapi
adanya produk – produk susu formula yang begitu banyak menyebabkan banyak
masyarakat beralih dari ASI ke susu formula. Hal ini menyebabkan banyak terjadi
pemberian makanan pendamping ASI secara dini. Beberapa penyebab ibu tidak
memberikan ASI kepada bayinya disebabkan karena kurangnya pengetahuan ibu dan
masyarakat pada umumnya tentang pentingnya pemberian ASI kepada bayi. Selain
itu adanya produk susu formula yang beredar dimasyarakat menyebabkan masyarakat
memilih memberikan susu formula pada bayi. Serta merasa tidak percaya diri
untuk menyusui, ASI yang tidak keluar, ASI yang tidak mencukupi , kesibukan ibu
menyusui, serta faktor sosial budaya yang terjadi di masyarakat sehingga bayi
tidak mendapatkan ASI.
Langganan:
Postingan (Atom)




